KONTAK YM

Kamis, 26 Mei 2011

PENDIDIKAN ISLAM MODERN

Pendidikan yang berkembang di era modern pada dasarnya memiliki sasaran
pada pembangunan masyarakat. Akan tetapi, dalam kenyataannya justru
masyarakat kurang mendapat tempat yang layak sebagai subjek yang
berperan penting dalam setiap kebiajakan pendidikan. Lebih lagi, masyarakat
banyak mengalami kenyatan hanya dijadikan objek dan alat untuk merauk
keuntungan belaka. Padahal, sumbangan masyarakat begitu jelas dan nyata
dalam mendukung upaya-upaya tujuan pembangunan secara menyeluruh.

Atas dasar itu, perlu dikembangkan model-model pendidikan yang berbasis
pada masyarakat. Model pendidikan ini yang akan menyatukan kembali
antara lembaga pendidikan secara formal dengan kehidupan nyata
masyarakat secara informal. Dengan demikian pendidikan formal dan
informal bukan hanya cerita, melainkan menjadi kenyataan yang utuh. Hal
ini pada gilirannya akan melahirkan kehidupan masyarakat pembelajar yang
beradab.
Dewasa ini hampir setiap kegiatan kehidupan masyarakat selalu
dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan. Sejak bangun di pagi hari hingga
istirahat kembali di malam hari, tampak adanya nilai pendidikan. Oleh
karena itu, sulit dipisahkan antara pendidikan dengan kehidupan
masyarakat. Hanya saja model pendidikan yang bagaimana yang dapat
mendidik masyarakat menuju kemajuan ilmu pengetahuan dan
peradaban mereka. Sebab, dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang
tidak menyatu dengan masyarakat justru menimbulkan macam-macam
pendidikan yang tidak mendidik. Tata kehidupan masyarakat banyak
yang hancur-hancuran. Oleh karena itu, perlu dihubungan secara
harmonis antara pendidikan dan masyarakat. Pendidikan membutuhkan
masyarakat, demikan pula sebaliknya masyarakat membutuhkan
pendidikan.
8
Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Volume 3, Nomor 1, Juni 2008
Dalan undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional disebutkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah
penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial,
budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan
dari dan oleh masyarakat (UUSISDIKNAS, 2003: 5). Dalam kajian
pendidikan berbasis masyarakat ini dapat dipahami sebagai sebuah
alternatif untuk ikut serta memecahkan berbagai masalah pendidikan
yang ditangani pemerintah, dengan cara melibatkan peran serta
masyarakat secara lebih luas. Masyarakat dilibatkan untuk memahami
program-program yang dilakukan dunia pendidikan dengan tujuan agar
mereka termotivasi untuk bisa memberikan bantuan yang maksimal
terhadap terlaksananya program-program pendidikan tersebut. Bantuan
yang dimaksud misalnya masyarakat termotivasi untuk memasukkan
putra-putrinya ke sekolah atau madrasah, memberikan
bantuan finansial
(uang atau material) tanpa diminta pihak sekolah. Masalah-masalah yang
dihadapi sekolah, madrasah
atau perguruan tinggi dapat dipecahkan
bersama dengan masyarakat. Masalah yang dihadapi lembaga
pendidikan seperti yang menyangkut siswa/mahasiswa, guru/dosen,
perlengkapan, keuangan dan perumusan tujuan sekolah, madrasah atau
perguruan
tinggi dapat diatasi bersama-sama dengan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar